Setting Network Interface Card
Distribusi redhat memiliki berbagai tool yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan computer jaringan. Beberapa distribusi GNU/Linux bahkan tidak menyertakan tool untuk mengkoordinasikan jaringan. Hal ini dikarenakan distribusi tersebut lebih memilih untuk lansung mengakses file-file konfigurasi secara manual dibandingkan dengan menggunakan tool.
Jika computer yang digunakan sudah terpasang kartu jaringa/NIC, maka langkah selanjutnya adalah mengkonfigurasikan kartu jaringan tersebut agar dapat menghubungkan satu computer dengan computer lainnya.
Secara prinsip, jika computer yang digunakan tidak terhubung ke dalam jaringan sekalipun, computer tersebut sebenarnya terhubung ke dirinya sendiri. Konsep ini dikenal dengan nama loopback. Loopback memiliki alamat IP locka 127.0.0.1. Untuk mengetahui status loopback tersebut, pada prompt bisa diketikkan ping 127.0.0.1
Hasil perintah ping tersebut adalah sebagai berikut:
Pingging 127.0.0.1 with 32 bytes of data:
Reply from 127.0.0.1:bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 127.0.0.1:bytes=32 time<1ms TTL=128
Reply from 127.0.0.1:bytes=32 time<1ms TTL=128
Untuk melihat status terkini dari NIC yang digunakan dan memastikan apakah NIC tersebut berkerja atau tidak, redhat menyediakan utilitas yang disebut dengan ifconfig. Untuk menggunakannya, pada prompt shell ketikkan ifconfig, yang menghasilkan keluaran sebagai berikut:
Jika sebelumnya loopback telah terkonfigurasi, perintah ifconfig akan menampilkan device loopback tersebut dengan nama lo dan alamat IP 127.0.0.1. Jika device yang dimaksud ternyata tidak muncul atau belum dikonfigurasikan, maka ifconfig dapat digunakan untuk proses konfigurasi tersebut.
Ifconfig 127.0.0.1
Setelah itu jalankan dengan perintah route sehingga, informasi mengenai keberadaan loopback dapat dikenali oleh system.
Route add -net 127.0.0.1
Konfigurasi kartu jaringan (network card) memiliki prosedur yang sama dengan konfigurasi yang dilakukan pada loopback. Keduanya sama-sama menggunakan perintah ifconfig. Perbedaan utama terletak pada nama device yang digunakan dan nomor IP. Umumnya, kartu jaringan memiliki nama device sebagai eth0. sementara penggunaan IP harus disesuaikan dengan pengaturan kelas berikut:
Network Class Netmask Network Addresses
A 255.0.0.0 10.0.0.0 - 10.255.255.255
B 255.255.0.0 172.16.0.0 - 17.31.255.255
C 255.255.255.0 192.168.0.0 - 192.168.255.255
Syarat untuk dapat terkoneksi ke jaringan adalah computer yang bersangkutan harus memiliki alamat IP, Netmask, dan alamat broadcast. Selain itu, biasanya dibutuhkan juga router dan alamat nama domain server.
Berikut ini contoh yang memperlihatkan bagaimana seting kartu jaringan dan alamat IP dengan menggunakan ifconfig.
Ifconfig eth0 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.1.255
Perintah diatas bertujuan untuk membuat device eth0 dengan alamat IP 192.168.1.1, nomor netmask 255.255.255.0 dan alamat broadcast 192.168.1.255. Perintah tersebut sekaligus akan tersimpan pada file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eht0. Proses yang sama dilakukan untuk setting computer lainnya, hanya berbeda dengan mengubah alamat IP untuk masing-masing computer. Untuk memudahkan konfigurasi, GNU/Linux biasanya menyediakan tiga file konfigurasi utama yaitu:
/etc/hosts.conf
/etc/hosts
/etc/resolv.conf
File /etc/hosts biasanya berisikan informasi tentang resolver seperti:
Order hosts, bind multi on
Konfigurasi diatas memberitahukan resolver untuk memeriksa file /etc/hosts sebelum melakukan query nameserver. Sementara file /etc/hosts berisikan nama semua computer pada jaringan local.
Sedangkan isi file /etc/resolv.conf berisikan informasi mengenai nameserver yang digunakan untuk me-resolve hostname
keren bo…
linux asik juga
Komentar oleh ria — Mei 12, 2008 @ 9:28 am