This is my cave (guo)

Mei 28, 2008

Testing Ubuntu 64

Diarsipkan di bawah: Opini, e-style — abas @ 8:43 am

Pagi jam 6, 15 mei 2008 dicoba Ubuntu 64 on my laptop. spesifikasi my laptop amd 64 turion 64 x2 2 ghz.bla bla acer aspire 4520 500512mi. setelah dicoba performanya masih belum jelas. sekarang masih dipakai windows xp. kemudian dicoba di vm ware untuk dicari perbedaannya. Sejauh ini belum ada yang bisa disimpulkan. saya masih sangsi apakah partisi yang saya atur, 30 gb bisa diubah untuk seluruhnya data dan sisanya sekitar 20 gb untuk linux. masih belum tau apakah akan mempengaruhi partisi hardisk. ya, masalah partisi hardisk cukup penting jadi perhatian sebab akan mempengaruhi partisi hardisk yang sudah berjalan windows. Rencana gila akan saya lakukan. Dengan catatan kalau terjadi kesalahan besar yang menyebabkan widows crash.

nI gambaran rencana saya, karena windows yang saya pakai adalah win pro 32 bit (bajakan-maap yaa) saya rasa perlu melegalkannya pake sedikit usaha. Jawaban paling mudah ya linux. Why ubuntu? disini, tpt saya bekerja relatif sedikit yang mau memakainya. Keunggulan kalau bisa memperkenalkan linux ke teman dan saudara bukan?

Selanjutnya program window yang tidak bisa ditinggalkan sementara ini bisa di emulasikan pake win e (wine is not emulator). Sampai semua aplikasi sudah setle di desktop ini. Partisi window masih ada dengan maksud antisipasi kalo ada pekerjaan yang bener2 butuh (pasti ada yang g mau diajak n g mau belajar linux) atao kalo mau pinjem laptop sementara.

Linux saya siapkan 30 giga hd dengan maksud untuk meletakkan berbagai file “penting” saya. Hal ini karena user guest di linux tidak bisa ngapa2in root bukan? trus g bisa dibaca di window (defaultnya).

Sebagai perbandingan, sofware linux tidak semua orang dengan mudah menggunakannya, tetapi software di windows sangat mudah untuk digunakan (pelajari). Ini salah satu keuntungan bagi saya. Ketika meminjamkan laptop, saya sedikit “santai” karena objek privasi saya ada di linux restricted [g semua orang bisa]. dan kalaupun mengotak-atik windows tidak akan mempengaruhi apapun terhadap sistem dan pekerjaan saya. (kaleeee…)

yah bagaimanapun semua masih dalam rencana bukan?

install ajah masih kagok, mau macem2 ya butuh waktu dhonk.. Dengan kata lain, sementara laptop saya belum bisa dipinjamkan dengan “gampang”.

demikian moga berguna buat temen2.

Kerja “sampingan” di kantor

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — abas @ 8:26 am

Kantor yang dikata “modern” identik dengan penggunaan teknologi informasi dengan mesin utamanya adalah komputer. Selain mempermudah pekerjaan editorial, dan percetakan dokumen, teknologi juga membawa problem yang unik. Teknologi yang digunakan untuk berkerja juga dapat digunakan untuk melakukan hal diluar pekerjaan seperti bermain: komputer dengan akses internet high-speed.

Dahulu ketika peralatan kantor masih berupa mesin ketik mekanik, dan mesin telegraf, tidak ada banyak hal yang menjadi perhatian. Tetapi sekarang, dari meja kerja anda yang nyaman, anda dapat berkirim pesan dengan teman-teman anda, mencari harga barang, melihat skor akhir pertandingan sepakbola, membeli domain untuk bisnis pribadi, membaca koran elektronik halaman perhalaman, memainkan game beresolusi tinggi, sampai mengirimkan paket hadiah untuk orang tua dikampung.

Apasih yang dilakukan pekerja “sampingan” itu ketika ada yang memperhatikan? Anda mungkin terkejut. Saya mendapatkan ide tulisan ini karena adanya artikel yang memuat bagaimana menyembunyikan kegiatan online anda dari bos anda! Tapi hal yang sangat baik yang perlu dicamkan dari tulisan itu, MEREKA MEMERLUKAN TRIK UNTUK MENGELABUHI BOS MEREKA.

Menurut ‘penerawangan’ saya, ketika mereka berkerja dikantor mereka memiliki profesional yang tinggi sehingga merasa perlu menyembunyikan kegitan internet yang bukan dikawasan pekerjaan kantor. Daripada kerja yang terang-terangan menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi.

Berikut ini beberapa teknik yang bisa pekerja kantor lakukan untuk melindungi kegiatan yang tidak berkaitan dengan kantor ketika bos datang memeriksa. Bagian yang paling penting adalah bagaimana menyembunyikan program chating atau browser internet.

Here are three simple ways to keep your screen to yourself:
1. Langsung di Desktop — cara yang paling gampang untuk menyembunyikan window-window aneh dari layar anda (cukup cepat!) adalah langsung di desktop anda. [hayo ngaku!]. Pada window, shortcut nya “Windows Key” + D. Pada Mac OS X, cukup F11 key. Sekarang, kekurangannya disini, bos anda mungkin berpikir, kenapa mereka hanya duduk dan melihat destop [tidak ada window]. Mungkin mereka bisa berpura2 melihat folder, atau mengangkat telepon, dan mulai menelpon teman secara acak.
2. Switch antar window — Jika sedang chating atau surfing, setidaknya ada beberapa program yang berkaitan dengan pekerjaan berjalan. Dengan cara ini mereka bisa dengan cepat memindah window pada Word document atau Excel. Cara yang paling baik untuk memindah window yang terbuka di windows adalah dengan menkan Alt + Tab keys. pada Mac, “Open Apple” + Tab keys.
3. The Boss Button — Percaya atau tidak, ada beberapa program yang bisa didownload yang berfungsi untuk menyembunyikan semua window browser atau aplikasi. program-program ini — kadang disebut Boss Button — dapat dikonfiguransi untuk aktif ketika user menekan tombol tertentu atau dengan men-drag kursornya pada bagian tertentu layar. Bahkan, program yang cukup bagus dapat diperintah untuk membuka atau menutup program sesuai dengan keinginan ketika perlu ditinggalkan sewaktu-wktu. Sebagai contoh, jika bos datang, bisa dibuka open Excel dan PowerPoint, tapi menutup AOL Instant Messenger, Limewire, iTunes dan Second Life.

Akhirnya, tentu saja semuanya tidak bisa disembunyikan. Jika bos curiga, dia bisa saja menanyakan systems administrator untuk membuka log semua aktifitas online. Jadi, jika pekerja akan menghabiskan waktu setengah hari untuk memikirkan fantasy football lineup, setidaknya kerjakan pekerjaan anda terlebih dahulu sampai selesai. Dan siapa tau, bos anda juga memiliki boss button, juga.

HAYYYOOOO
[diambil dari berbagai sumber]

Belajar java dengan target SCJP (2)

Diarsipkan di bawah: Bhoso Java — abas @ 5:43 am

Ada banyak area yang bisa digeluti oleh programer java. Diantaranya adalah :

  • Multitier Web service projects using servlets, Java Server Pages, and Enterprise JavaBeans in a “server farm”
  • Applications with graphical user interfaces (GUIs) on wireless devices such as Palm Pilots and telephones
  • Applications that are part of an interconnected web of devices that spontaneously organize themselves with Jini technology
  • Applications that run on traditional desktop systems

Menurut buku Java 2™ Programmer Exam Cram™ 2 oleh Bill Brogden, Marcus Green, kandidat ideal SCJP (Sun Certified Java Programming) adalah sebagai berikut:

  • Create and run Java programs using the tools in Sun’s SDK version 1.4.
  • Understand all of the Java keywords and how they are used.
  • Create legal Java identifiers and reject illegal ones.
  • Understand the distinction between primitives and reference variables.
  • Know how to create and initialize primitive variables, strings, and arrays.
  • Know the range of values and limitations of all Java primitive variables.
  • Understand what is meant by the scope of variables.
  • Understand the conventions that govern the way the Java Virtual
  • Machine (JVM) starts and runs applications and applets.
  • Know what every Java mathematical, logical, and bitwise operator with primitives does.
  • Apply the functions in the Math class.
  • Know what every Java operator with reference variables does, especially the operators that work with strings.
  • Decide when to use the equals method and when to use the == operator.
  • Correctly use casts with primitive variables and reference variables.
    Use the primitive wrapper classes in the java.lang package and predict the consequences of the immutability of wrapper
    class objects.
  • Choose the correct access modifiers to control the visibility of classes, variables, and methods.
  • Understand the implications of declaring a class or method as abstract.
  • Understand the implications of declaring a class, method, or variable as final.
  • Understand the implications of declaring a method or variable as static.
  • Understand how to design programs using the concept of interfaces.
  • Use the interfaces specified in the java.lang and java.util packages.
    Predict when a default constructor will be created for a class.
  • Distinguish between overloading and overriding methods and write both types of code.
  • Understand the uses of all forms of nested classes.
  • Use all of Java’s program flow-control statements, including break and continue.
  • Create, throw, catch, and process exceptions and predict for which exceptions the compiler requires a specific provision.
  • Understand what happens when an exception or error is thrown at any point in a program.
  • Understand the benefits of encapsulation and inheritance in object-oriented design and design classes that demonstrate the “is a” and “has a” relationships.
  • Predict when objects can be garbage collected and understand the implications of Java’s garbage-collection mechanism.
  • Know how to create finalize methods and predict when a finalize method will run.
  • Write code that creates and starts threads using both theR unnable interface and extensions of the Thread class.
  • Use the synchronized keyword to prevent problems with multiple threads that interact with the same data.
  • Write code using the wait, notify, and notifyAll methods to coordinate threads.
  • Write code and correctly use assertions as implemented in the 1.4 SDK.
  • Control the operation of the assertion mechanism with command-line options.
  • Select the correct interface or class from the Collections API to accomplish a particular task.
  • Understand what constitutes a correct hashcode method implementation and how it affects the use of collections.

Dengan target-target diatas kita coba kuasai satu persatu. Mulai dari yang mudah. Tetapi perlu beberapa teknik berikut yang bener2 harus dilaksanakan:

  • Assessing your exam-readiness
  • Preparing based on the objectives
  • Practicing, practicing, practicing
  • Pacing yourself
  • Not panicking
  • Not jumping to conclusions
  • Guessing in an informed manner

Ukur diri anda ! Bila anda masih belum yakin, ukurlah pengetahuan anda dengan beberapa hal diatas. Bila ada yang perlu anda tambahkan, perbarui, atau bahkan perlu anda pelajari lagi. Bila semua telah terpenuhi, tes SCJP akan lebih percaya diri.

Blog pada WordPress.com.