This is my cave (guo)

April 24, 2009

Pengenalan Development Kit untuk Java Card (JCDK 2.2.2)

Diarsipkan di bawah: Bhoso Java, Projects — abas @ 9:24 am

fig-1b

Sebelum membeli peralatan smart card tentu setiap pengembang akan memikirkan terlebih dahulu simulator yang bisa dipakai untuk memprogram sebuah smart card. Daripada membeli hardware smart card, terlebih dahulu akan lebih “realistis” bila pengembang memprogram dan mencoba terlebih dahulu programnya pada sebuah emulator smart card. Kemudian, dari hasil analisa simulasi program tersebut bisa dipilih mana smart card yang paling cocok untuk dibeli.

Pada awalnya saya mencoba basic card simulator sebagai simulator smart card berbasis basic card. Namun, pada smart card jenis ini, terdapat keterbatasan bahasa programingnya yang kurang leluasa dalam mengatur proses kerja program. Kemudian, setelah mencari-cari referensi simulator smart card yang memberikan keleluasaan “lebih (mudah tentunya)” saya mendapatkan java card development kit 2.2.2.

Bundle java card development kit 2.2.2 menyediakan java card virtual machine yang dapat mengemulasikan smart card pada komputer. Terdapat beberapa jenis simulasi yang bisa digunakan untuk menguji aplikasi smart card yang pada akhirnya dapat didownload pada smart card sebenarnya. Diantaranya yang paling banyak dipakai adalah cref (memiliki lebih banyak kegunaan seperti download ke java card virtual machine) dan JCWDE. JCDK 2.2.2 dapat anda download pada www.sourceforge.com atau anda dapat googling dengan kata kunci jcdk 2.2.2

Teknologi java card memiliki spesifikasi yang terbagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah :

  1. Java card virtual machine
  2. Java card runtime environment, yang mendefinisikan runtime smart card berbasis smart card
  3. Java card API, yang mendefinisikan framework core dan ekstensi paket java dan class untuk aplikasi smart card

Berikut ini adalah perbandingan teknologi Java card dengan J2ME:

(lagi…)

Testing

Diarsipkan di bawah: Bhoso Java — abas @ 2:42 am

Ketika memulai sebuah proyek pertama kali yang ditentukan adalah tujuan (goal) dari aplikasi. Tujuan atau fungsi dari aplikasi ini dalam bahasa pemprograman bisa dituangkan dalam rangkaian test. Test aplikasi menentukan hasil yang harus dicapai, dengan demikian arah pemrograman akan semakin jelas. Metode testing yang dikenal adalah sebagai berikut:

  1. Click-stream testing
  2. Unit testing (boundary, state, error, privilledge)
  3. Functional system testing
  4. Scaleability and performance testing
  5. Quality and service testing

Click-stream testing merupakan test yang paling sederhana. Hanya mencoba apakah tampilan yang dijalankan sesuai dengan harapan pembuat. Test ini tidak memberitahukan pada programmer terhadap tujuan yang harus diselesaikan. Bagi programmer yang paling tepat adalah unit testing.

Dari beberapa metode testing saya membutuhkan :

  1. Sebuah framework untuk menulis tes unit dan fungsional. test yang sama harus bisa digunakan kembali agar mampu melakukan tes scalability, performance dan regressi.
  2. mendukung pengembangan aplikasi open standar dan berbagai platform yang lain.
  3. mendukung beberapa protokol untuk dapat disesuaikan dengan kemampuan server yang mungkin dapat diperluas dengan protokol-protokol baru yang digunakan.
  4. Terdapat utility yang dapat merekam, mengubah, dan menjalankan test secara otomatis dengan mudah.
  5. Cara yang dapat mempelajari dengan mudah hasil test selama tes berjalan dan sesudah dijalankan.

Selanjutnya masih saya cari-cari lagi. Bila ada masukan tolong disampaikan thanks.

Blog pada WordPress.com.