Pendahuluan
DTMF aslinya dikembangkan untuk membantu mengirimkan informasi kontrol (nomor yang ditekan) melalui jaringan telepon. Jaringan telepon memiliki bandwidth antara 300 hingga 3400 Hz, mencukupi untuk komunikasi suara. Setiap tone kontrol juga harus didalam kisaran bandwidth tersebut dan harus berkerja baik ketika ada suara atau tidak. Sebuah tone atau frekuensi dapat telah digunakan. Bagaimanapun, jiak suara ada, suara tersebut dapat menginterferensi suara tone, menyebabkan tone tersebut tidak berguna.
Isi
Disini adalah isi artikel
Untuk menyelesaikannya sebuah skema dikembangkan menggunakan dua buah frekuensi dikombinasikan untuk merepresentasikan setiap kode kontrol atau nomor. Total terdapat tujuh tone diperlukan untuk merepresentasikan digit yang secara normal ditemukan pada sebuah keypad telepon, sebutlah 0-9, * dan #. Tone kedelapan ditambahkan sehingga bisa menampung tombol ekstra untuk digunakan. Biasanya tombol tersebut disebut dengan ABCD. Kedelapan tone tersebut dibagi menjadi dua grup, masing-masing 4 frekuensi, frekuensi rendah dan frekuensi tinggi. Matriks empat dengan empat frekuensi tersebut menghasilkan 16 kombinasi yang berbeda, seperti yang ditunjukkan pada table berikut.
|
Hz
|
1209
|
1336
|
1477
|
1633
|
|
697
|
1
|
2
|
3
|
A
|
|
770
|
4
|
5
|
6
|
B
|
|
852
|
7
|
8
|
9
|
C
|
|
941
|
*
|
0
|
#
|
D
|
Tabel DTMF untuk setiap kelompok frekuensi (rendah dan tinggi)
Mengapa dipilih beberapa frekuensi tersebut? Bukan sembarang frekuensi misal kelipatan dari 500 Hz? Jawabannya adalah frekuensi harmonik yang dibangkitkan berkaitan dengan sirkuit nonlinear pada sistem telepon. Jika dilihat pada kelompok frekuensi rendah, anda akan melihat bahwa harmonik kedua (kelipatan dari dua) berada diantara tone kelompok frekuensi tinggi. Frekuensi harmonik ketiga, dan selanjutnya berada diluar jangkauan tone frekuensi tinggi sehingga tidak menjadi masalah.
Tone yang valid harus memenuhi syarat sebagai berikut:
” Hanya ada satu tone yang dipilih pada setiap grup
” Setiap tone harus dimulai setelah 5 ms
” Kedua tone harus ada selama 40 ms
” Setiap tone harus berada pada 2% pada frekuensi tengah
” Tingkat tone harus diantara 6 dB masing-masing
Semua hal tersebut membuat setiap tone unik sehingga suara yang dibangkitkan merupakan tone DTMF yang valid. Hal ini berarti bahwa DTMF sekarang digunakan lebih dari sekedar mengirimkan nomor yang ditekan melalui jaringan telepon.