miniitx
best work with vyatta for networking hardware
Anda pernah melihat kartu remi? Permainan kartu juga dapat disimulasikan dalam program komputer. Pernahkah anda berpikir bagaimanakah aturan yang adil untuk bermain kartu dalam program komputer? Terlebih lagi bermain kartu dengan orang yang belum pernah kita kenal dalam internet yang tidak mengenal jarak dan waktu?
Bayangkan apabila anda bermain kartu dengan teman anda yang anda kenal di facebook sehari yang lalu, kemudian mengajak bermain kartu “poker” di internet. Anda berada di Jakarta, teman anda berada di Surabaya sedangkan kartu yang digunakan adalah kartu digital yang anda kirim melalui email. Bagaimanakah caranya agar kartu yang dipilih tidak di”mainkan” terlebih dahulu oleh anda atau teman anda? Protokol mental poker memberikan salah satu solusinya.
Mental poker adalah nama umum untuk kumpulan masalah kriptografi yang berkonsentrasi pada pembagian informasi yang adil dan aman melalui jarak yang jauh tanpa diperlukan pihak ketiga yang terpercaya. Masalah mental poker hampir sama dengan melempar koin melalui jarak jauh.
Hey guys, how do you do. Nice to meet you. dll
Salam tadi salah satu yang kadang kita ucapkan ketika bertemu dengan orang asing menggunakan bahasa inggris. Hmm, ketika berbicara bahasa inggris sering kita menemui beberapa kosakata yang tidak kita kenal sebelumnya. Maklum, karena kita bukan native english speaker. Bahasa ibu kita tidak banyak menggunakan vocabulary bahasa inggris. Itulah makanya kita perlu kamus. Buku sakti untuk menterjemahkan bahasa asing (kamus tidak hanya bahasa inggris).
Beruntung, kecanggihan teknologi telah mempermudah penggunanya memanfaatkan berbagai resource informasi. Kamus pun telah dikembangkan dalam bentuk software. Bahkan sudah banyak software penterjemah bahasa asing. Namun, perlu kita sadari keterbatasan software penterjemah yang masih belum relatif “sempurna” mengubah teks bahasa asing menjadi bahasa yang sehari-hari kita. Bagaimanapun tetap diperlukan keberadaan “buku Cakti” ato saya sebut kamus (maaf hiperbola sedikit
). Disini saya akan memperkenalkan kamus yang saya gunakan saat ini, Kamus 2.0. Dibuat oleh Ebta Setiawan copyright@2006-2007

Berikut ini beberapa penjelasan yang diberikan pada aplikasi kamus 2.0 :
Kamus 2.0 merupakan program terjemah bahasa dari Inggris ke Indonesia dan sebaliknya. Program ini gratis ( freeware ) untuk penggunaan pribadi dan non komersial. Untuk penggunaan lain silahkan menghubungi kami dibagian melihat Kontak dan Informasi.
Meskipun banyak software serupa, program ini berusaha berbeda dengan lainnya dengan harapan lebih memberi kemudahan kepada penggunanya.
download dan info selanjutnya, baca selanjutnya
Eventhough im down now but i have been payed as an employee. This should be some reply. With profesionalism. Keep on working, make some thing as my ability wants. just be optimist. Thats all.
Pagi tadi, tepatnya pukul 7.30 HP Esia Huawei yang saya miliki tiba-tiba Restart dan meminta PIN untuk membuka telepon. Padahal sebelumnya belum pernah saya set PIN untuk pengamanan kartu. Nah, setelah 3 kali salah mengisikan PIN, otomatis HP meminta PUK. Kesempatan yang diberikan sebanyak 10 kali.
Akhirnya setelah mempelajari sedikit tentang smart card. Langsung dipraktekkan juga di HP esiaku sendiri. Solusi, cari dus kartu esia yang saya beli buat cari tau nomor PIN dan PUKnya.
Blog awalnya merupakan singkatan dari web log (weblog) yang fungsinya mencatat aktifitas administrator. Saat ini sudah banyak yang menggunakan blog sebagai jurnal harian pribadi. Dan bahkan banyak bermunculan web yang menyediakan fasilitas blog secara gratis.
Sesuai dengan tujuan masing-masing individu, blog dapat dipakai untuk keperluan apa saja. Mulai dari catatan harian, catatan pelajaran, berbagi cerita dan pengalaman, cerita fiktif, sarana penyalur hobi menulis, aspirasi, apresiasi seni, atau bahkan digunakan sebagai media iklan bisnis.
Alat paling ‘berbahaya’ dan ampuh dalam blog adalah maksud, tulisan (termasuk bahasa, kata dan sebagainya) dan gambar. Lalu bagaimana menulis agar terkesan tidak asal dan maksudnya tersampaikan? Anda perlu belajar bahasa lagi? Tidak, yang anda (sebenarnya lebih mengarah kepada diri saya sendiri -baca saja “saya”-) perlukan adalah pengalaman menulis. Kalau anda belajar, anda perlu mengingatnya bukan? Dan cara yang paling mudah adalah melakukannya (praktek)!

Ketika pertama kali membeli buku, saya pikir buku adalah alat yang paling dibutuhkan untuk mendapatkan lebih banyak ilmu. Beranjak setelah buku, saya kemudian berpikir sebuah stabilo sangat penting untuk menandai hal-hal yang penting agar mudah mengingat. Tergelitik dengan kemudahan kalkulator, saya berpikir kalkulator akan sangat membantu saya untuk mempermudah perhitungan-perhitungan matematis.
Setelah mengenal kecanggihan komputer, saya berpikir perlu untuk melengkapi perhitungan-perhitungan yang saya yang sederhana menjadi program otomatis dengan bantuan sebuah komputer. Sebuah komputer tanpa teman akan terasa kurang canggih. Segala yang dikendalikan dengan komputer saat ini telah terhubung dengan jaringan. Perlu setidaknya ditambah kemampuan alat kita dengan jaringan. Lalu, apa yang saya dapatkan dari semua alat tersebut? Tidak ada, kecuali hanya bergantung dengan keadaan alat-alat tersebut, tak ada hal yang dapat anda lakukan.
Bayangkan apabila anda telah berkutat dan berkerja dengan semua dukungan alat-alat canggih yang anda miliki tiba-tiba hilang? Tanpa adanya pengetahuan, ilmu dan keterampilan dalam menggunakannya apakah anda mampu menghadapi segala resiko ketika tidak ada satu pun kecanggihan yang mampu membantu anda?
Ketahuilah bahwasanya alat hanya membantu kita. Pada saatnya alat tidak bisa digunakan lagi. Mereka tidak bisa digunakan sebagai pengganti diri. Hanya secuil hal yang bisa dilakukan dalam alat tersebut merupakan bagian dari diri kita. Lalu, apakah selalu kita harus menghindari alat agar meningkatkan diri kita? Kita perlu alat untuk merealisasikan nilai lebih kita. Kita dinilai dari alat yang kita miliki. Tetapi lebih pada hal apa yang dapat anda beri menggunakan alat yang kita miliki.
Milikilah alat yang anda benar-benar bisa membantu anda memberikan manfaat kepada orang lain. Jangan miliki alat yang tidak menghabiskan waktu anda untuk memberikan manfaat pada orang lain.
Jangan sia-siakan kemampuan anda menghabiskan waktu dengan alat yang tidak anda perlukan. Anda butuh memberi, seperti anda butuh meminta. Maka pilih alat yang paling tepat bagi anda.
Pagi jam 6, 15 mei 2008 dicoba Ubuntu 64 on my laptop. spesifikasi my laptop amd 64 turion 64 x2 2 ghz.bla bla acer aspire 4520 500512mi. setelah dicoba performanya masih belum jelas. sekarang masih dipakai windows xp. kemudian dicoba di vm ware untuk dicari perbedaannya. Sejauh ini belum ada yang bisa disimpulkan. saya masih sangsi apakah partisi yang saya atur, 30 gb bisa diubah untuk seluruhnya data dan sisanya sekitar 20 gb untuk linux. masih belum tau apakah akan mempengaruhi partisi hardisk. ya, masalah partisi hardisk cukup penting jadi perhatian sebab akan mempengaruhi partisi hardisk yang sudah berjalan windows. Rencana gila akan saya lakukan. Dengan catatan kalau terjadi kesalahan besar yang menyebabkan widows crash.
nI gambaran rencana saya, karena windows yang saya pakai adalah win pro 32 bit (bajakan-maap yaa) saya rasa perlu melegalkannya pake sedikit usaha. Jawaban paling mudah ya linux. Why ubuntu? disini, tpt saya bekerja relatif sedikit yang mau memakainya. Keunggulan kalau bisa memperkenalkan linux ke teman dan saudara bukan?
Selanjutnya program window yang tidak bisa ditinggalkan sementara ini bisa di emulasikan pake win e (wine is not emulator). Sampai semua aplikasi sudah setle di desktop ini. Partisi window masih ada dengan maksud antisipasi kalo ada pekerjaan yang bener2 butuh (pasti ada yang g mau diajak n g mau belajar linux) atao kalo mau pinjem laptop sementara.
Linux saya siapkan 30 giga hd dengan maksud untuk meletakkan berbagai file “penting” saya. Hal ini karena user guest di linux tidak bisa ngapa2in root bukan? trus g bisa dibaca di window (defaultnya).
Sebagai perbandingan, sofware linux tidak semua orang dengan mudah menggunakannya, tetapi software di windows sangat mudah untuk digunakan (pelajari). Ini salah satu keuntungan bagi saya. Ketika meminjamkan laptop, saya sedikit “santai” karena objek privasi saya ada di linux restricted [g semua orang bisa]. dan kalaupun mengotak-atik windows tidak akan mempengaruhi apapun terhadap sistem dan pekerjaan saya. (kaleeee…)
yah bagaimanapun semua masih dalam rencana bukan?
install ajah masih kagok, mau macem2 ya butuh waktu dhonk.. Dengan kata lain, sementara laptop saya belum bisa dipinjamkan dengan “gampang”.
demikian moga berguna buat temen2.