This is my cave (guo)

Agustus 12, 2009

DTMF

Diarsipkan di bawah: Projects — Tag: — abas @ 6:36 am

Pendahuluan
DTMF aslinya dikembangkan untuk membantu mengirimkan informasi kontrol (nomor yang ditekan) melalui jaringan telepon. Jaringan telepon memiliki bandwidth antara 300 hingga 3400 Hz, mencukupi untuk komunikasi suara. Setiap tone kontrol juga harus didalam kisaran bandwidth tersebut dan harus berkerja baik ketika ada suara atau tidak. Sebuah tone atau frekuensi dapat telah digunakan. Bagaimanapun, jiak suara ada, suara tersebut dapat menginterferensi suara tone, menyebabkan tone tersebut tidak berguna.

Isi
Disini adalah isi artikel
Untuk menyelesaikannya sebuah skema dikembangkan menggunakan dua buah frekuensi dikombinasikan untuk merepresentasikan setiap kode kontrol atau nomor. Total terdapat tujuh tone diperlukan untuk merepresentasikan digit yang secara normal ditemukan pada sebuah keypad telepon, sebutlah 0-9, * dan #. Tone kedelapan ditambahkan sehingga bisa menampung tombol ekstra untuk digunakan. Biasanya tombol tersebut disebut dengan ABCD. Kedelapan tone tersebut dibagi menjadi dua grup, masing-masing 4 frekuensi, frekuensi rendah dan frekuensi tinggi. Matriks empat dengan empat frekuensi tersebut menghasilkan 16 kombinasi yang berbeda, seperti yang ditunjukkan pada table berikut.

Hz
1209
1336
1477
1633
697
1
2
3
A
770
4
5
6
B
852
7
8
9
C
941
*
0
#
D

Tabel DTMF untuk setiap kelompok frekuensi (rendah dan tinggi)

Mengapa dipilih beberapa frekuensi tersebut? Bukan sembarang frekuensi misal kelipatan dari 500 Hz? Jawabannya adalah frekuensi harmonik yang dibangkitkan berkaitan dengan sirkuit nonlinear pada sistem telepon. Jika dilihat pada kelompok frekuensi rendah, anda akan melihat bahwa harmonik kedua (kelipatan dari dua) berada diantara tone kelompok frekuensi tinggi. Frekuensi harmonik ketiga, dan selanjutnya berada diluar jangkauan tone frekuensi tinggi sehingga tidak menjadi masalah.
Tone yang valid harus memenuhi syarat sebagai berikut:
” Hanya ada satu tone yang dipilih pada setiap grup
” Setiap tone harus dimulai setelah 5 ms
” Kedua tone harus ada selama 40 ms
” Setiap tone harus berada pada 2% pada frekuensi tengah
” Tingkat tone harus diantara 6 dB masing-masing
Semua hal tersebut membuat setiap tone unik sehingga suara yang dibangkitkan merupakan tone DTMF yang valid. Hal ini berarti bahwa DTMF sekarang digunakan lebih dari sekedar mengirimkan nomor yang ditekan melalui jaringan telepon.

Agustus 3, 2009

akses mysql pake command prompt

Diarsipkan di bawah: Lecture notes, Projects, e-style — abas @ 6:15 am

pertama, anda cukup navigate prompt anda di tempat aplikasi mysql.exe anda disimpan. Selanjutnya anda dapat mengaksesnya dengan mengetik mysql -h <nama host anda> -u <nama user anda> -p <password kalau ada>

lalu anda akan mendapatkan prompt mysql> Jika anda masih belum mengerti atau tidak hafal dengan sintax mysql anda dapat menuliskan help atau /h. Disana anda akan diberikan beberapa pilihan yang dapat anda cari lebih jauh. Cara lain adalah dengan mengetikkan sintax yang anda tidak mengerti dengan menuliskan help <sintax> lalu tekan enter.

Dari command prompt ini, anda dapat mencoba beberapa script yang anda perlu gunakan atau untuk mengakses database yang anda inginkan melalui command prompt.

fin

Juni 3, 2009

OpenCard Framework pada smart card

Diarsipkan di bawah: Bhoso Java, Lecture notes, Projects — abas @ 2:40 am

OpenCard Frameword (OCF) adalah arsitektur open dan kumpulan API yang menyediakan interface antara aplikasi pada kartu dengan card reader. OCF mempermudah anda untuk mengembangkan aplikasi client yang dapat berkerja pada berbagai peralatan dan platform. Khusus pada developer suite V3.2 digunakan OCF untuk semua komunikasi antara aplikasi client, card reader, smartcard asli dan kartu simulasi. Sebuah bridge OCF ke PCSC digunakan untuk mengatur PCSC card reader pada OCF.

Untuk informasi lebih jauh, anda dapat mengakses OpenCard Framework pada www.opencard.org

Spesifikasi Globalplatform (GP) smart card

Diarsipkan di bawah: Bhoso Java, Projects — abas @ 2:01 am

Globalplatform (GP) adalah framework umum untuk manajemen peralatan, multi-aplikasi, dan sistem smartcard. Spesifikasi ini menyediakan mekanisme untuk mengatur dengan aman aplikasi pada smartcard. Catatan : sebelumnya GlobalPlatform dikenal dengan Open Platform. OP 2.0.1 dan GP 2.0.1 merupakan hal yang sama.

Kartu USIM R6 dan R-UIM mendukung GP 2.1.1. Keluarga GemXplore card kompatibel dengan standar GP 2.0.1

GP meliputi beberapa komponen :

  1. Sebuah kumpulan perintah untuk mengatur life cycle kartu dan aplikasinya, load, install, dan delete aplikasi pada kartu, dan mengatur keamanan kartu contohnya dengan update kunci, dan setup secure channel antara kartu dan terminal
  2. Sebuah API, terdiri dari sebuah paket java (package), org.globalplatform (atau visa.openplatform di GP 2.0.1) yang dapat digunakan oleh pengembang aplikasi untuk mengakses fitur GP, beberapa mekanisme life cycle dan secure messaging
  3. Spesifikasi dokumen, yang menerangkan detail perintah yang tersedia dan prinsip interoperability antara java card dan lingkungan GP card. Versi saat ini adalah GP 2.1.1

Untuk informasi lebih lanjut, spesifikasi GP dapat diakses dengan www.globalplatform.org

Mei 30, 2009

Gemalto developer suite lengkap tapi kok gak jalan yah?

Diarsipkan di bawah: Bhoso Java, Projects — abas @ 3:20 am

Awalnya saya menggunakan eclipse dan plugin eclipsejcde hasil browsing pake mbah Google. Sayangnya IDE yang saya gunakan masih belum bisa menjalankan simulasi jcde sesuai dengan contoh code dari manual jcde. Setelah dicari-cari masih ada satu list yang belum dicoba, menggunakan eclipse versi 3.2. Masalahnya sampe sekarang masih juga belum bisa di donlot (maklum gratisan pake fasilitas kantor). Selama mencoba donlot, saya coba cari solusi lainnya. Dengan cara yang sama saya minta bantuan mbah Google dengan kata kunci IDE untuk coding java card (saya ingin mempermudah editing sebab ribet juga kalo kudu koding pake notepad, and compile pake console). Hasilnya cukup memberikan saya semangat tinggi.

Perusahaan gemalto yang memiliki pengalaman cukup lama dibidang ini menyediakan satu paket alat untuk koding java card lengkap dengan semua kebutuhan javacard. Dan yang paling membakar semangat, tools IDE ini menyediakan simulator mulai dari java card, java mobile, sampe simulator mobile dengan fasilitas 2G dan 3G. Muantap gan!!!

—information purpose only:—

Overview

Gemalto Simulation Suite provides end-to-end Simulation of the SIM card environment:

* Card Simulators
* Mobile Simulators
* Network Simulator

The Simulation Suite is a sub product of the Developer Suite. Please refer to the Developer Suite Product Page for more information and for downloading the Free Evaluation.
Card Simulators

Triggering the Java application in debug mode (running on the card simulator) with the mobile simulator will help you to quickly test the menu navigation stepping into the applet source code.
Mobile Simulators

The Mobile Simulators simulate on your PC a SIM Toolkit session between a 2G mobile and SIM Card (a real SIM Card or a SIM Card Simulator), a USAT session between a 3G mobile and a USIM Card booted in 3G mode.
SIM Toolkit Mobile Compatibility Testing

When you deploy a SIM Toolkit application you very often have to face different behavior from one mobile to the other. Using our mobile simulator you can check whether your problem is coming from the mobile or from the application thanks to the interpreted traces.
USAT Mobile Compatibility Testing

When you deploy a USAT application you very often have to face different behavior from one mobile to the other. Using our 3G mobile simulator you can check whether your problem is coming from the mobile or from the application thanks to the interpreted traces.
Manage Change of Location and Call Control Events

The mobile simulator is also able to simulate change of location and monitor SIM Toolkit call control results. Those kind of tests are quite difficult to set up in real environment while it is performed with a single click thanks to GemXplore SIMulation.
Test the SIM Toolkit Application Menu Navigation

Triggering the Java application in debug mode (running on the card simulator) with the mobile simulator will help you to quickly test the menu navigation stepping into the applet source code.
Server Simulators

The OTA server simulator is either an OTA message generator or an OTA message automatic answer provider.
Set up & Test Remote File Management Services

A new OTA scripting language (based on pseudo Java) has been implemented on the new version of the OTA server simulator. This way, you can develop & test more advanced services.
The OTA parameters editor will ease the configuration of the remote file management messages security such that you will not have to be a 23.048 expert to check whether the security are correctly set on the card or not.
Provide an automatic answer to an applet outgoing SMS

The OTA server simulator agents are able to provide a pre-defined automatic answer to an incoming SMS (generated by the applet with a Send SMS pro-active command) such that you are able, developing on your PC, to monitor whether the applet correctly formats the SMS or not. You’ll also be able to check whether the applet correctly processes the network answer or not stepping into the source code

—cukup sampe disini iklannya—

Didalamnya sudah terinstal teknologi yang berkaitan dengan java card :j2SE, J2ME, SATSA, dan JCDE. Semuanya dibundle dalam satu tools development suite. Sayangnya setelah lama saya donlot dan install, ketika dijalankan tools ini stuck. Alias mandeg, gak jalan. Belum tau pastinya kenapa masalah ini muncul. Asumsi pertama, hasil donlot paket installer yang saya dapat rusak, trus ada file yang corrupt. [padahal klo bisa diinstall seharusnya berjalan dengan lancar, kecuali ada data konfigurasi yang corrupt atau apalah yang jelas saya nggak mudeng]. Selanjutnya donlot ulang paket installer barusan. Masih dengan cara yang sama, hasilnya juga sama. Stuck seperti hang!!!

Setelah membaca beberapa manual, ternyata development suite ini memerlukan registrasi untuk mendapatkan versi full-nya. Masalahnya, disebutkan kalo kita tidak meregister sebelumnya kita bisa memanfaatkan evaluationnya. Seharusnya tidak ada masalah dengan IDE ini. Karena gak punya modal lebih untuk register full version, jelaslah usaha unlock full version batal. Tetapi usaha masih terus dilakukan dengan kembali pada cara sebelumnya, menggunakan eclipsjcde plugin. Namun, sampai saat tulisan ini ditulis masih belum selesai donlot eclipse 3.2. But, code must go on.

Mungkin pa bila ada dari sodara2 yang dapat masalah yang sama kemudian menemukan solusinya, mohon sharing info-nya. Sebelumnya terimakasih.

–abas–

:D

Mei 6, 2009

Membuat kuesioner Requirement Engineering sebelum buat software spesification

Diarsipkan di bawah: Bhoso Java, Lecture notes, Projects — abas @ 4:00 am

Project saya paling baru berkaitan dengan re-engineering software opensource. Ada dua software opensource yang akan di modifikasi kali ini, tapi sebelum lebih jauh, kita perlu melihat kebutuhan end user software kita. Target project adalah rekan kantor yang masih dalam satu divisi.

Pertama yang perlu dilakukan adalah requirement engineering. Menurut Ian sommerville, requirement engineering terdiri dari 3 langkah. Pertama adalah elicitation, kedua software spesification, dan yang terakhir adalah validation. Nah, karena rekan kerja sekantor bisa dijadikan sebagai user, kita buat kuesioner spesifikasi kebutuhan software yang mau kita buat.

requermentenginering

Untuk mempermudah membuat kuesioner, langkah pertama yang saya lakukan adalah membuat kerangka software spesification. Dokumen yang bisa digunakan sebagai acuan membuat kerangka software spesification adalah standar IEEE-830 tentang rekomendasi penulisan spesifikasi software (anda bisa mencarinya melalui google). Nah, dari penulisan dokumen spesifikasi software tersebut, anda dapat mulai merencanakan pertanyaan-pertanyaan untuk mengisi dokumen tersebut.

Buat pertanyaan-pertanyaan kuesioner yang jelas dan sesuai dengan rencana pengembangan aplikasi. Kuesioner yang telah dibuat kemudian direview kembali dalam tim (internal) sebelum diberikan pada responden. Setelah kuesioner direvisi, kuesioner perlu dicoba pada user yang dipilih random (terserah siapa saja selain anggota tim) untuk mengetahui apakah responden mengerti semua pertanyaan kuesioner. Bila terdapat pertanyaan yang tidak dimengerti, point pertanyaan perlu direvisi kembali. Setelah revisi, kuesioner dapat dibagikan pada target user.

Demikian langkah yang saya tempuh. Bila pembaca memiliki pengetahuan lain terkait dengan requirement mohon masukannya. Thanks before

abas

April 27, 2009

Setting up eclipse java card plugin

Diarsipkan di bawah: Bhoso Java, Projects — abas @ 12:51 am

Before we begin setting up eclipse plugin, first we need to download it at sorceforge.com. Make sure you have java card development kit installed on your computer. Right now iam using eclipse-jcde-0.1.zip. After you have extract it, you’ll get these files:

  1. org.eclipsejcde.core_0.1.0.jar
  2. org.eclipsejcde.cref_0.1.0.jar
  3. org.eclipsejcde.jcbp.wizards_0.1.0.jar
  4. org.eclipsejcde.jcbp_0.1.0.jar
  5. org.eclipsejcde.jctools_0.1.0.jar
  6. org.eclipsejcde.jcwde_0.1.0.jar
  7. org.eclipsejcde.preferences_0.1.0.jar
  8. org.eclipsejcde.wizards_0.1.0.jar

Or you can extract it right in your eclipse plugin folder. Then you just need to run your eclipse by clicking or by command line. Here’ the command :

directory:\[eclipse root]\eclipse

If you need more information about installing this eclipse-jcde-0.1.zip, you can access java card information on www.eclipsejcde-sourceforge.com .

This is my eclipse sdk after updated by adding eclipsejcde plugin. Look at toolbar menus, youll find CREF, Java Card, and JCWDE menus added.

eclipse plugin jcde

(lagi…)

April 24, 2009

Pengenalan Development Kit untuk Java Card (JCDK 2.2.2)

Diarsipkan di bawah: Bhoso Java, Projects — abas @ 9:24 am

fig-1b

Sebelum membeli peralatan smart card tentu setiap pengembang akan memikirkan terlebih dahulu simulator yang bisa dipakai untuk memprogram sebuah smart card. Daripada membeli hardware smart card, terlebih dahulu akan lebih “realistis” bila pengembang memprogram dan mencoba terlebih dahulu programnya pada sebuah emulator smart card. Kemudian, dari hasil analisa simulasi program tersebut bisa dipilih mana smart card yang paling cocok untuk dibeli.

Pada awalnya saya mencoba basic card simulator sebagai simulator smart card berbasis basic card. Namun, pada smart card jenis ini, terdapat keterbatasan bahasa programingnya yang kurang leluasa dalam mengatur proses kerja program. Kemudian, setelah mencari-cari referensi simulator smart card yang memberikan keleluasaan “lebih (mudah tentunya)” saya mendapatkan java card development kit 2.2.2.

Bundle java card development kit 2.2.2 menyediakan java card virtual machine yang dapat mengemulasikan smart card pada komputer. Terdapat beberapa jenis simulasi yang bisa digunakan untuk menguji aplikasi smart card yang pada akhirnya dapat didownload pada smart card sebenarnya. Diantaranya yang paling banyak dipakai adalah cref (memiliki lebih banyak kegunaan seperti download ke java card virtual machine) dan JCWDE. JCDK 2.2.2 dapat anda download pada www.sourceforge.com atau anda dapat googling dengan kata kunci jcdk 2.2.2

Teknologi java card memiliki spesifikasi yang terbagi menjadi 3 bagian, diantaranya adalah :

  1. Java card virtual machine
  2. Java card runtime environment, yang mendefinisikan runtime smart card berbasis smart card
  3. Java card API, yang mendefinisikan framework core dan ekstensi paket java dan class untuk aplikasi smart card

Berikut ini adalah perbandingan teknologi Java card dengan J2ME:

(lagi…)

April 22, 2009

IP Addressing Work book

Diarsipkan di bawah: Lecture notes, Projects — abas @ 5:27 am

IP Address Classes

Class A 1 – 127(Network 127 is reserved for loopback and internal testing) Leading bit pattern 0 00000000.00000000.00000000.00000000
Class B 128 – 191 Leading bit pattern 10 10000000.00000000.00000000.00000000
Class C 192 – 223 Leading bit pattern 110 11000000.00000000.00000000.00000000
Class D 224 – 239 (Reserved for multicast)
Class E 240 – 255 (Reserved for experimental, used for research)

Private Address Space

Class A 10.0.0.0 to 10.255.255.255
Class B 172.16.0.0 to 172.31.255.255
Class C 192.168.0.0 to 192.168.255.255

Default Subnet Masks

Class A 255.0.0.0
Class B 255.255.0.0
Class C 255.255.255.0
Network . Host . Host . Host
Network . Network . Host . Host
Network . Network . Network . Host

ANDING With Default subnet masks

Every IP address must be accompanied by a subnet mask. By now you should be able to look at an IP address and tell what class it is. Unfortunately your computer doesn’t think that way. For your computer to determine the network and subnet portion of an IP address it must
“AND” the IP address with the subnet mask.

Default Subnet Masks:

Class A 255.0.0.0
Class B 255.255.0.0
Class C 255.255.255.0

ANDING Equations:

1 AND 1 = 1
1 AND 0 = 0
0 AND 1 = 0
0 AND 0 = 0

Sample:
What you see…
IP Address: 192 . 100 . 10 . 33
What you can figure out in your head…
Address Class: C
Network Portion: 192 . 100 . 10 . 33
Host Portion: 192 . 100 . 10 . 33
In order for you computer to get the same information it must AND the IP address with the subnet mask in binary.

IP Address :11000000 . 1100100 . 00001010 . 00100001 : (192 . 100 . 10 . 33)

Default Subnet Mask: 11111111 . 1111111 . 11111111 . 00000000 : (255 . 255 . 255 . 0)

AND : 11000000 . 1100100 . 00001010 . 00000000 : (192 . 100 . 10 . 0)

ANDING with the default subnet mask allows your computer to figure out the network portion of the address.

April 21, 2009

Editing template senayan 3.9

Diarsipkan di bawah: Projects — abas @ 9:08 am

Mediateque Online -- DIII

Here i try to modify senayan 3 stable 9 inovation template. Yet i’m not modifying header and footer image. I just try to make a small css modification.

I use macromedia dreamweaver MX to help modifying template. Senayan template was being stored on [your senayan server dir]/template/invention. To help you editing your page easily, make sure you have setup your server root. You can add your server by choosing site>edit sites on dreamweaver toolbar.

my dreamweaver

 

Here are several file we need to modify:

  1. index_template.html
  2. style.css

On my dreamweaver, open those files looking for its structure. In index_template.html, well see several important code to point. there are:

  1. topmenu (links to pages)
  2. content area (books info)
  3. menu area (contains advanced search, language setting, etc -i call it, please respond-)

Use index_template.html as your map to find out where the css code you need to modify. As an example if you want to change advanced search fonts then search for <!–lang_template_adv_search–>. and try to find its css linkage.

</form></p>
<h2><!–lang_template_adv_search–></h2>
<form name=”advSearchForm” id=”advSearchForm” action=”index.php” method=”get”>

<span class=”browntext“><!–lang_mod_biblio_field_title–></span> :
<input type=”text” name=”title” class=”ajaxInputField” /><br />
<span class=”orangetext“><!–lang_mod_biblio_field_authors–></span> :
<!–ADVSEARCH_AUTHOR–><br />
<span class=”browntext“><!–lang_mod_biblio_field_topic–></span> :
<!–ADVSEARCH_TOPIC–><br />
<span class=”orangetext“><!–lang_mod_biblio_item_field_location–></span> :
<select name=”location” class=”ajaxInputField” />
<!–LOCATION_LIST–>
</select>
<br />
<input type=”submit” name=”search” value=”<!–lang_sys_common_form_search–>” class=”button marginTop” />
<!– <input type=”button” value=”More Options” onclick=”" class=”button marginTop” /> –>
</form>

Highlighted words are one of our example. browntext (modified) means that all of those class will have a brown color text. Made your own modify to find out. Find those class on css file. I modify orange style to brown one so it will be shown as this:

.browntext {
font-family:”Trebuchet MS”;
font-size:13px;
color:#996633;
font-weight:bold;
text-decoration:none;
}

look at this code

<body>
<div id=”wrapper“>
<div id=”content“>
<div id=”header“>
<div id=”logo“>&nbsp;</div>
<div id=”links“>
<ul>
<li><a href=”index.php”><!–lang_template_topmenu_1–></a></li>
<li><a href=”index.php?p=libinfo”><!–lang_template_topmenu_2–></a></li>
<li><a href=”index.php?p=help”><!–lang_template_topmenu_3–></a></li>
<li><a href=”index.php?p=login”><!–lang_template_topmenu_4–></a></li>
</ul>
</div>
</div>
<div id=”mainimg“>
<h3><!–LIBRARY_NAME–></h3>
<h4>for a better Ebash</h4>
</div>
<div id=”contentarea”>
<div id=”leftbar”>

<p><!–HEADER_INFO–></p>
<br />

If you want to made some modification on header, you just need to search on #header section of css style file and modify it as you want. If you need to change the links color, you can find #links ul or #links li or what ever you want to. In my template, i make wrapper widht 1200 pixels (px) and content widht 1160 pixels. This modification may result several disorder. You need to have some trial and error attemps to solve it. More practice may help you on this.

To help modifying your css, you can choose text>css styles>edit style sheet… or you can enter ctrl+shift+E hotkeys. There youll be able to modify easily your css style sheet. here is my snapshoot:

css

 

Okay thats one, a small steps to modify my senayan template. I wonder how to add some menus on senayan. Are there were a module or something we can use? please respond. May be next time we’ll try to add menus on senayan OPAC. See you lather…

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.